Senin, 06 Oktober 2008

Persahabatan yang anonoh

Saya sudah berteman baik dengan lelaki ini. Sangat baik. Sudah seperti saudara kandung sendiri. Kami berbagi apapun. Susah dan senang.

Saya tidak pernah keberatan berbagi handuk dengannya. Dia bahkan tidak keberatan memakai tissue basah yang telah saya pakai, karena menurutnya masih bisa digunakan. Permen lolipop yang sedang saya kulum dalam mulut saya dengan gampang dipindahkan ke dalam mulutnya. Dan kemudian dikembalikan kepada saya lagi. Tidak ada perasaan jijik sama sekali. Menggunakan sendok yang sama untuk makan, itu hanya hal yang sangat biasa.

Kami berdua adalah orang2 tegar yang selalu gembira didepan teman2 kami. Karena kami hanya menangis dikala disana hanya ada saya dan dia.

Kami berpelukan ketika bertemu dan berpisah. Kami memberikan ciuman. Banyak yang salah mengartikan pertemanan kami. Mereka pikir kami ini pasangan kekasih. Kami bisa duduk ber jam - jam menonton dvd dalam diam, hanya tangan saya memijat kepalanya. Kami bisa tidur dalam satu ranjang dan dia menggenggam tangan saya dalam tidurnya. Tapi kami bukan kekasih. Kami bersahabat.

Seorang teman lain akhirnya menyadari, bentuk persahabatan ini memang macam2. Dari yang flat, tanpa emosi, sampai yang anonoh seperti hubungan kami. Aku setuju dengan nya. Tidak ada batasan yang normal atau tidak normal. It's free format.

Dan, ya, kami mempunyai pasangan, dan pasangan kami mengerti hubungan kami.

Senin, 29 September 2008

A wonderful weekend




Wedding reception, Pisa Ice cream, Ditilang, F1 Night Race, KFC, Martabak, Brem Bali, Whatever Oh oh oh oh, Sleep over, Coffee Papua, Bakmi Gading, A fight, A cry, Hugssss. Still a wonderful weekend for me. I love you, Bro.

Jumat, 26 September 2008

Serangan lain

Saya sedang senang, semua pekerjaan telah selesai hari ini. Pulang ke rumah. Menyiapkan segelas coklat panas, make myself comfortable dan siap menonton film. Selagi memilih2 film sahabat saya menelpon. Kami sempat berbincang2 sebentar.

Saya memilih 'a good year' buat saya tonton pertama malam ini. Baru saja film dimulai sekitar 5 menit, saya merasa perut saya sakit sekali. Perut bagian bawah. Rasanya aneh, seperti mau poop tapi juga seperti melilit kalau mau mens. Saya mencoba menahannya. Hanya dalam waktu lima menit berikutnya saya merasakan sakit yang luar biasa. Saya berusaha pergi ke toilet dan duduk disana. Keringat sebesar2 biji jagung sudah keluar. Baju saya basah kuyup. Bahkan saya sudah tidak sanggup mengangkat kepala saya. Saya bersandar di closet. Seluruh tubuh saya kesemutan. Saya hanya bisa menangis. Saya tidak ingat berapa lama saya duduk disana. Sampai kemudian saya ingin beranjak untuk mengambil air hangat. Saya pikir saya perlu minum. Saya berusaha mengangkat tubuh saya. Susah sekali. Tidak ada tenaga. Akhirnya saya putuskan berbaring di lantai didepan toilet. Saya mencoba meraih cellphone saya. Saya mencoba menghubungi mommy saya, tetapi cellphone nya tidak aktif. Saya coba menghubungi sahabat saya. Saat itu saya merasa nafas saya sudah mau habis. Saya hampir menutup telepon sampai akhirnya sahabat saya menjawabnya. Saya hanya bisa menangis kesakitan dan ketakutan. Sahabat saya memandu saya untuk tetap tenang dan bernafas dengan teratur. Sepuluh menit kemudian rasa sakit mulai berkurang. Saya akhirnya tertidur begitu saja di lantai. Saya tidak tahu itu saya pingsan atau memang tidur.

Ketika terjaga, keringat saya sudah membasahi lantai. Saya mencoba berdiri. Berusaha mencari pain killer di tempat obat. saya segera menelannya. Lalu saya mengganti baju dan berbaring di ranjang.

Saya benar2 tidak mengerti rasa sakit yang saya alami ini. Bener2 berbeda dari semua rasa sakit yang saya alami sebelumnya. Tiga jam kemudian semua rasa sakit hilang. Ya, pain killer sudah bekerja. Mungkin besok saya harus bertemu dokter saya. Baru saja saya cek bp saya hanya 80/60. Semoga tidak ada yang serius.

Kamis, 25 September 2008

I am a lucky bitch

I've been browsing around. All airlines. All, either fully booked or too much expensive.

I have nine days holiday. But have no place to go. I have many places I'd like to go. But it's too expensive. Well, it's holiday, means high season. All the price is just high above you could imagine. I decided to stay in town.

Suddenly I have a lonely feeling come out from inside of me. I feel really really lonely. I want to go to Medan and see my family. Ya, I miss my mom a lot. So, I had been thinking to get a bus ticket to get there. Much much cheaper and I will experience some adventure. To postpone it a while before decide on anything, I was so hectic with my work. When it all finished, I start to browse again. Try my luck to get a cheap (well, affordable) airline ticket.

And? Yes, I am so lucky. I am a lucky damn biatch. I got return ticket to see my Mom for only 1,6.

Back to 8.30 am this morning. I start my yahoo messenger service. I set the status : It's my lucky day. And it turn out to be my lucky day. I am a lucky bitch!

Minggu, 21 September 2008

Bubbye friend !

Setelah beberapa kali pergi keluar dengan seorang teman, akhirnya saya memutuskan, bahwa dia bukan teman yang menyenangkan. Well, mungkin pun dia merasa saya bukan teman yang menyenangkan buat dia.

Saya merasa tidak nyaman bepergian dengan orang yang sinis, selalu complain, dan tidak bisa menikmati hidup. Baginya, dia adalah orang ter malang sedunia. Dia merasa semua lelaki menjauhinya. Dia merasa satu2nya orang yang tidak beruntung di dunia ini. Dia meng hujat teman, dia meng complain rasa makanan, rasa kopi, meng complain cara saya berpakaian, meng complain cara teman saya berpakaian.

Dia merasa sedih karena saya memiliki hubungan dan dia tidak. Saya mencoba memberi pengaruh positif padanya. Saya minta dia untuk mulai terbuka, jangan selalu negatif, jangan suka complain, dan bayangkan hidup itu indah. Dengan jelas saya katakan, "bayangkan". Dan dia menjawab dengan "ah mana mungkin berhasil sih".

Semua itu bukan hal baru. Tapi saya telah memberinya toleransi. Sabtu lalu saya putuskan, untuk tidak lagi menghabiskan waktu dengan teman saya yang ini. Karena aura negatif nya sangat kental, dan saya tidak mau dipengaruhi aura tersebut. Karena bagi saya, walaupun saya mengalami berbagai masalah yang datang silih berganti, saya juga mengalami banyak hal indah dalam hidup saya. Saya percaya, saya bisa mendapatkan apa yang sama mau. Jadi? Bubbye friend !

Jumat, 19 September 2008

Who is your 911?

When you are in emergency situation, who will be the one cross in your mind and you want to call, that you think the person can help you even only to comfort you?

Today, I found something wrong with my car's radiator and caused engine over-heated. I was in the middle of a very long toll road. I pulled over, turned off the engine. I called my mechanic. He told me what to do until I get to the garage. So, in this case I called my mechanic.

Many months ago, I was robbed in public transport. Lucky me, they didn't get my turned-off cellphone I kept in the bottom of my big bag. So then I called the bank to blok my account. Since, I only have few thousand rups left with me, I have no choice but contiued my journey home taking another public transport, even I was scared too death to the event I 've been faced.
When I got home, I called my parents to tell them about it to prevent any further lost coz by all my identity card lost. In this case I called the bank customer service and my parents.

I had another experience. Flat tire on the toll road. It was over midnite. I called my so-called bestfriend. I was panic, and need someone to at least comfort me and more than that would come and save me. The fact was, he kept asking me where I was and while I can't see any clear sign, so I said I didn't know but in the middle of toll road on my way back home. Then we started to argue about where I was. I said, never mind and hung up the phone. I called my other so-called just friend. He guided me. He asked me to keep on driving and he stay there on the phone. So I drove slowly until 15 minutes later I saw an office and there was an old man, cleaning. Then my friend told me to politely ask the man whether he can help change my flat tire. And he said yes. I handed him some money. I thank him so very much. Then my friend told me to drive safely and asked to call him back when I am arrived home. I did what he said

So who are you gonna call? I wish I lived in the country where so-called 911 hotline number is exist.

Menjadi lebih besar

Saya menemukan foto kamu. Foto 2 taon yang lalu. Ternyata memang saya tidak noticed kalo kamu sudah menambah beberapa kilos. Mungkin kemaren itu karena kita terlalu banyak makan tempe, ayam bakar dan terong balado. No worries. Kan bisa exercise. Ada baiknya kamu exercise sendirian selagi disana. Karena kalo pas saya datang, kita pasti akan menjadi sangat malas.

Tapi tidak perlu dipermasalahkan. Mengganti nomor celana menjadi lebih besar tidak apa2 koq ;p