When you are in emergency situation, who will be the one cross in your mind and you want to call, that you think the person can help you even only to comfort you?
Today, I found something wrong with my car's radiator and caused engine over-heated. I was in the middle of a very long toll road. I pulled over, turned off the engine. I called my mechanic. He told me what to do until I get to the garage. So, in this case I called my mechanic.
Many months ago, I was robbed in public transport. Lucky me, they didn't get my turned-off cellphone I kept in the bottom of my big bag. So then I called the bank to blok my account. Since, I only have few thousand rups left with me, I have no choice but contiued my journey home taking another public transport, even I was scared too death to the event I 've been faced.
When I got home, I called my parents to tell them about it to prevent any further lost coz by all my identity card lost. In this case I called the bank customer service and my parents.
I had another experience. Flat tire on the toll road. It was over midnite. I called my so-called bestfriend. I was panic, and need someone to at least comfort me and more than that would come and save me. The fact was, he kept asking me where I was and while I can't see any clear sign, so I said I didn't know but in the middle of toll road on my way back home. Then we started to argue about where I was. I said, never mind and hung up the phone. I called my other so-called just friend. He guided me. He asked me to keep on driving and he stay there on the phone. So I drove slowly until 15 minutes later I saw an office and there was an old man, cleaning. Then my friend told me to politely ask the man whether he can help change my flat tire. And he said yes. I handed him some money. I thank him so very much. Then my friend told me to drive safely and asked to call him back when I am arrived home. I did what he said
So who are you gonna call? I wish I lived in the country where so-called 911 hotline number is exist.
Jumat, 19 September 2008
Menjadi lebih besar
Saya menemukan foto kamu. Foto 2 taon yang lalu. Ternyata memang saya tidak noticed kalo kamu sudah menambah beberapa kilos. Mungkin kemaren itu karena kita terlalu banyak makan tempe, ayam bakar dan terong balado. No worries. Kan bisa exercise. Ada baiknya kamu exercise sendirian selagi disana. Karena kalo pas saya datang, kita pasti akan menjadi sangat malas.Tapi tidak perlu dipermasalahkan. Mengganti nomor celana menjadi lebih besar tidak apa2 koq ;p
Saat godaan datang
Cellphone saya berbunyi. Text message. "Im stayin late until 9pm. C u tomoza? Need to chop my hair". Aneh, saya merasa happy menerima text seperti itu. Saya langsung membalasnya "plant shoppin after?". Dan dia pun membalas "Sure babe. I'll call you tomorrow. Hv a gud nite"
Ada aliran hangat di relung dada. Jadi semakin bingung, kenapa saya jadi senyum2 sendiri begini.
Long distance relationship seringkali dibumbui selingan aneh ini. Saya tidak mau melakukannya, tapi saya tetap saja melangkah kesana. Gee, I need to see you and pergi dari godaan ini. Saya langsung men dial nomor nya. Oops, udah lewat midnite disana. Suaranya mengantuk. Tapi saya hanya ingin bilang, kalau saya kangen banget sama dia. Baru 1 minggu berjauhan sudah ada saja godaan yang datang. Hanya berbicara beberapa menit, lalu kami menutup telephone.
Malam itu saya tidur dengan bimbang.
Ada aliran hangat di relung dada. Jadi semakin bingung, kenapa saya jadi senyum2 sendiri begini.
Long distance relationship seringkali dibumbui selingan aneh ini. Saya tidak mau melakukannya, tapi saya tetap saja melangkah kesana. Gee, I need to see you and pergi dari godaan ini. Saya langsung men dial nomor nya. Oops, udah lewat midnite disana. Suaranya mengantuk. Tapi saya hanya ingin bilang, kalau saya kangen banget sama dia. Baru 1 minggu berjauhan sudah ada saja godaan yang datang. Hanya berbicara beberapa menit, lalu kami menutup telephone.
Malam itu saya tidur dengan bimbang.
Selasa, 16 September 2008
Terima kasih Tuhan
Aku percaya Tuhan menjawab doa ku. Tuhan memberikan yang aku butuhkan. Setelah begitu banyak peristiwa yang aku jalani, yang menempa dan membentuk diriku, akhirnya semua menjadi indah pada waktunya.
Tuhan yang paling tahu, kapan Dia memberi. Dia memberi disaat aku siap. Dan sekarang waktunya. Tuhan memberi semua yang aku butuhkan dalam waktu bersamaan.
Terima kasih Tuhan.
Tuhan yang paling tahu, kapan Dia memberi. Dia memberi disaat aku siap. Dan sekarang waktunya. Tuhan memberi semua yang aku butuhkan dalam waktu bersamaan.
Terima kasih Tuhan.
Senin, 15 September 2008
God speaks
It was at 11.45. I just returned from another section in my office. My boss entered the room and said something, mumbling. All I heard only ' you and me to the head office at 13.30 today '. Then My colleage replied 'who? Three of us or...?'. And my boss firmly said to my colleage 'You and me only'.
I didn't ask what they two going to do. I can only see something wrong in my boss eyes. I just let it go. On the way to head office, my boss called me and aske to replace him on the meeting with consultant.
At 15.00, heard a news. My coworker is fired. I don't know what happened. I just shocked. Because my coworker is a brother of one stakeholder. He is much nasty and overacted person. But I tought he is untouchable. The most shocking story ever.
More than half of me greatful for that (sorry). He used to use me to do this and that and treat me as his team member while I am the same level with him. I rejected him many times and my boss knew about it. But we all think, he is untouchable. So I kept my anger for myself. And tried not to raise any conflict.
Another part of me feel sorry for him as he has family. That's it. Hope he learn something from it.
I didn't ask what they two going to do. I can only see something wrong in my boss eyes. I just let it go. On the way to head office, my boss called me and aske to replace him on the meeting with consultant.
At 15.00, heard a news. My coworker is fired. I don't know what happened. I just shocked. Because my coworker is a brother of one stakeholder. He is much nasty and overacted person. But I tought he is untouchable. The most shocking story ever.
More than half of me greatful for that (sorry). He used to use me to do this and that and treat me as his team member while I am the same level with him. I rejected him many times and my boss knew about it. But we all think, he is untouchable. So I kept my anger for myself. And tried not to raise any conflict.
Another part of me feel sorry for him as he has family. That's it. Hope he learn something from it.
Rabu, 10 September 2008
Membatasi diri atau membatasi orang lain?
I've been wondering. Kenapa banyak tempat ditutup selama puasa. Tempat pijat, tempat reflexy, tempat hiburan malam seperti club, bahkan tempat meletakkan minuman beralkohol di circle k juga ditutup kertas kaca depan nya.
Ga boleh clubbing, kan bulan puasa. Then, apakah clubbing hanya di haramkan selama bulan puasa. Kalo clubbing bikin dosa, harusnya mau bulan puasa atau bukan bulan puasa juga tetep dosa dong. Yang paling mengganggu adalah tempat reflexy. I need that setelah seminggu beraktifitas. Apa yang salah melakukan reflexy kaki (dan tangan). Sebagian komentar mengatakan akan menyebabkan birahi, karena di pegang2. Halah. Masa sih saya mau berbirahian dengan pemijat reflexy.
Penjualan minuman beralkohol yang lemari pendinginnya ditutup dengan kertas agar tidak terlihat. Apakah melihat minuman beralkohol lalu artinya menjadi berdosa. Ok deh, tidak usah bicara dosa. Tuhan yang akan menilai. Tetapi apakah melihat minuman beralkohol akan membatalkan puasa seseorang?
Hadooooowww. Membingungkan deh. Batasi diri sendiri, control diri sendiri. Kenapa harus membatasi orang lain? Justru keteguhan seseorang akan tercermin disini. Meracau ga jelas, tapi saya hanya ingin menyampaikannya.
Ga boleh clubbing, kan bulan puasa. Then, apakah clubbing hanya di haramkan selama bulan puasa. Kalo clubbing bikin dosa, harusnya mau bulan puasa atau bukan bulan puasa juga tetep dosa dong. Yang paling mengganggu adalah tempat reflexy. I need that setelah seminggu beraktifitas. Apa yang salah melakukan reflexy kaki (dan tangan). Sebagian komentar mengatakan akan menyebabkan birahi, karena di pegang2. Halah. Masa sih saya mau berbirahian dengan pemijat reflexy.
Penjualan minuman beralkohol yang lemari pendinginnya ditutup dengan kertas agar tidak terlihat. Apakah melihat minuman beralkohol lalu artinya menjadi berdosa. Ok deh, tidak usah bicara dosa. Tuhan yang akan menilai. Tetapi apakah melihat minuman beralkohol akan membatalkan puasa seseorang?
Hadooooowww. Membingungkan deh. Batasi diri sendiri, control diri sendiri. Kenapa harus membatasi orang lain? Justru keteguhan seseorang akan tercermin disini. Meracau ga jelas, tapi saya hanya ingin menyampaikannya.
Do people change?
Seorang sahabat, yang tadinya menjadi belahan jiwa, ternyata berubah dan pergi kearah yang lain. Proses perubahannya tidak cepat. Mungkin hampir setahun kini. Tapi ya, dia berubah.
Saya berusaha untuk memahami perubahannya. Toch saya pun mungkin berubah dimatanya. I've been putting all my best to deal with him. Saya berusaha mengubah cara pandang saya, agar apa yang saya hadapi dapat saya cerna dan akhirnya dapat saya terima menyatu dengan diri dan jiwa saya.
Saya bukan orang suci. Saya penganut paham hidup bebas terbatas dan bertanggung jawab. Saya pernah merokok, saya pernah minum semua jenis minuman beralkohol. Tapi menyentuh psikotropika is a big no no buat saya. Sekitar awal tahun yang lalu, sahabat saya sudah mulai menyentuh happy pills tersebut. Menurutnya happy pills lebih baik dari beers karena dia menerima efeknya dengan baik. Beers (dan alcohol lain) hanya membuat seluruh tubuh nya merah dan dia akan merasa kepalanya diganduli konde segede gaban. Bahkan sahabat saya ini bilang, suatu hari nanti dia akan bikin saya setuju dengan cara kerja happy pills ini dan menyukainya. Saya hanya memandang matanya. Jengkel, tapi saya tidak mampu mempengaruhi pikirannya.
Seorang relative menyampaikan, agar saya memperingatkan sahabat saya karena maraknya pembersihan pengguna psikotropika. Dengan perasaan yang penuh ketakutan, bahkan saya sempet menitikkan air mata meminta dia untuk berhenti dari semua ini. Jawaban yang saya dapatkan : I can take care of my self. Saya seperti di tampar. Tapi membuat saya berpikir. Mungkin saya terlalu memperhatikannya while he doesn't need it.
Hal buruk mulai mewarnai hari2 sahabat saya. Saya masih disana berusaha melindunginya. Banyak hal memang mempengaruhi diri saya juga, tapi saya berusaha bertahan, karena saya sangat menyayangi sahabat saya ini. Saya masih ingat betapa dia selalu ada ketika saya jatuh dulu. Saya tidak mungkin meninggalkan dia. Ketika saya akhirnya sakit dan dirawat berminggu2, tidak sekalipun dia hadir, itupun tidak melunturkan sayang saya padanya, karena selalu saya bandingkan dengan pengorbanannya ketika saya jatuh dulu.
Beberapa teman dekat sempat mempertanyakan perubahan diri sahabat saya. Ouch. Ternyata mereka juga noticed. Mereka mulai berspekulasi penyebabnya. Saya tidak berani menyampaikan pandangan saya, karena akan terdengar terlalu subjective. Time will tell.
Tetapi, saya hanya manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan. Saya tidak tau sampai kapan saya bisa bertahan menjaga dia. Selama satu minggu berada berjauhan dengannya, saya merasa aura buruk menjauh dari saya. Apakah ini benar adanya atau hanya perasaan saya? Tapi saya telah memutuskan, saya tidak mau membuang waktu saya untuk sesuatu yang mencelakakan hidup saya. Jika dia ingin berjalan bersama saya, saya akan menemaninya. Tetapi jika dia memilih jalan lain, ini adalah pilihan hidupnya. Saya yakin, dia bisa menjaga dirinya.
Saya berusaha untuk memahami perubahannya. Toch saya pun mungkin berubah dimatanya. I've been putting all my best to deal with him. Saya berusaha mengubah cara pandang saya, agar apa yang saya hadapi dapat saya cerna dan akhirnya dapat saya terima menyatu dengan diri dan jiwa saya.
Saya bukan orang suci. Saya penganut paham hidup bebas terbatas dan bertanggung jawab. Saya pernah merokok, saya pernah minum semua jenis minuman beralkohol. Tapi menyentuh psikotropika is a big no no buat saya. Sekitar awal tahun yang lalu, sahabat saya sudah mulai menyentuh happy pills tersebut. Menurutnya happy pills lebih baik dari beers karena dia menerima efeknya dengan baik. Beers (dan alcohol lain) hanya membuat seluruh tubuh nya merah dan dia akan merasa kepalanya diganduli konde segede gaban. Bahkan sahabat saya ini bilang, suatu hari nanti dia akan bikin saya setuju dengan cara kerja happy pills ini dan menyukainya. Saya hanya memandang matanya. Jengkel, tapi saya tidak mampu mempengaruhi pikirannya.
Seorang relative menyampaikan, agar saya memperingatkan sahabat saya karena maraknya pembersihan pengguna psikotropika. Dengan perasaan yang penuh ketakutan, bahkan saya sempet menitikkan air mata meminta dia untuk berhenti dari semua ini. Jawaban yang saya dapatkan : I can take care of my self. Saya seperti di tampar. Tapi membuat saya berpikir. Mungkin saya terlalu memperhatikannya while he doesn't need it.
Hal buruk mulai mewarnai hari2 sahabat saya. Saya masih disana berusaha melindunginya. Banyak hal memang mempengaruhi diri saya juga, tapi saya berusaha bertahan, karena saya sangat menyayangi sahabat saya ini. Saya masih ingat betapa dia selalu ada ketika saya jatuh dulu. Saya tidak mungkin meninggalkan dia. Ketika saya akhirnya sakit dan dirawat berminggu2, tidak sekalipun dia hadir, itupun tidak melunturkan sayang saya padanya, karena selalu saya bandingkan dengan pengorbanannya ketika saya jatuh dulu.
Beberapa teman dekat sempat mempertanyakan perubahan diri sahabat saya. Ouch. Ternyata mereka juga noticed. Mereka mulai berspekulasi penyebabnya. Saya tidak berani menyampaikan pandangan saya, karena akan terdengar terlalu subjective. Time will tell.
Tetapi, saya hanya manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan. Saya tidak tau sampai kapan saya bisa bertahan menjaga dia. Selama satu minggu berada berjauhan dengannya, saya merasa aura buruk menjauh dari saya. Apakah ini benar adanya atau hanya perasaan saya? Tapi saya telah memutuskan, saya tidak mau membuang waktu saya untuk sesuatu yang mencelakakan hidup saya. Jika dia ingin berjalan bersama saya, saya akan menemaninya. Tetapi jika dia memilih jalan lain, ini adalah pilihan hidupnya. Saya yakin, dia bisa menjaga dirinya.
Langganan:
Postingan (Atom)